negri pasrah bersimbah darah
angan harapan
beku berkafan
hanya kasur
tempat membujur
mampu wujudkan
sgala harapan
hamparan harta di depan mata
di sisi lain
seorang bocah meratap bathin
mencari sisa
untuk dimakan lusa
tangan tangan kecil itu
menengadah kepadamu
namu apa
kau depak sekuat tenaga
hardik mu pergi
seolah kau mahluk suci
tak seperti kau kira
suci itu m ilik mereka
-------------------------
-------------------------

Tidak ada komentar:
Posting Komentar