Sabtu, 02 Juni 2012

SABDA SANG PECINTA


Tentang Cinta

     Ku katakan kepadamu, duhai para perawan yang haus darah penderitaan para pemuja Cinta Cinta tak pernah, dan takkan pernah hanya terisi oleh bualan sajaCinta tak pernah membohongi majikannya, hanya perawan buta yang tak mampu melihat kedalam mata seorang pria, yang tak dapat mengenali Cinta. Cinta adalah belenggu, sebuah rantai yang tercipta untuk mengekang nafsu. Saat seorang pemuja mengatakan padamu tentang Cinta, pegang tangannya, dan tataplah matanya, sesungguhnya, tanpa terucappun Cinta yang ada padanya akan berbicara kepadamu, lewat tatapan terasing yang pernah engkau rasakan, hembusan sejuk yang seperti menghangatkan dasar kalbu, dan bukan tatapan seolah ingin memangsa seperti yang pernah engkau lihat sebelumnya. Nikmatilah Cinta, karna tak selalu Cinta datang padamu untuk kedua kalinya..

Pujangga yang bijak akan berkata : Hiduplah untuk Cinta, jangan kau mencintai untuk hidup

            Pemuja Cinta yang pernah kau temui, belum tentu sama dengan yang akan kau temui. Cinta adalah tangan Tuhan, Ia hidup di hati siapa saja, dan akan berubah menjadi apa saja yang majikannya kehendaki. Sementara dirimu, perawan, engkau adalah nahkoda kapal Itu.. engkau yang mengarahkan kemana kapal itu akan berlabuh, dan akan menjadi apa Cinta yang dimiliki oleh pemujamu. Entah nafsu, benci, atau cinta murnikah yang kau petik, itu semua tergantung dari benih yang kau tanam. Ternak tak akan menghianati gembalanya, jika bukan gembala itu yang memaksanya begitu.

     Cinta berdiri dengan sendirinya, tak pernah mengikuti kehendak suatu kaum atau bangsa, tak pula ia melangkah, atas kehendak satu makhluk. Ia adalah ciptaan Tuhan, hanya Tuhanlah yang bisa mengarahkan langkahnya.. dan jika langkah itu sampai kepadamu, maka seharusnya engkau bersyukur karena pernah mengenalnya.. Sapaannya adalah untaian nada terindah, termurni yang dapat keluar dari hati seorang insan.. Saripati kehidupan.. Syair syairnya adalah ayat ayat suci Tuhan, setiap bait, setiap nada yang terjuntai, adalah kebenaran yang sebenar benarnya.. Jika kau masih tak dapat mempercayainya, maka sesungguhnya, kau tak akan bisa mempercayai apapun..

     Dan seperti yang kau tahu, Cinta adalah satu satunya bahasa yang bisa di mengerti oleh semua makhluk. Terpana olehnya bukanlah satu kejahatan ataupun keburukan, namun merupakan kebahagian yang tak akan pernah bisa kau tebus dengan mata uang manapun..

     Jika kau bisa menangis karenanya, maka berbahagialah engkau, karena masih di beri hati.. Namun jika kau bisa tertawa setelah menhancurkannya, maka sepatutnya kau adalah orang yang paling nista di dunia..

Sabda Sang Pemuja

     Kami adalah pemuja Cinta, bagi kami kata Cinta bukanlah sekedar kata.. ia jauh lebih mulia dari itu. Bagi kami, ia lebih dari sekedar nafas, atau udara yang mengalir di tubuhmu, lebih pekat dari darah yang mengalir di jantungmu, ia lebih hitam dari jelaga, dan lebih putih dari salju. Lebih hangat dari sengatan mentari, dan dinginnya lebih menusuk dibanding pelukan malam. Belaiannya lebih lembut dari sutra, namun sayatannya lebih dalam dari pedang.

     Perangai kalianlah para perawan picik, yang membunuh Cinta di hati kami para pemuja Cinta. Tanpa sadar, kalian telah mengubah kami menjadi Iblis.. dan kalian menyalahkan kami sebagai penghancur hidup kalian..

     Sungguh ironis, Kami yang mencoba menyelamatkanmu, kau tuduh sebagai penyebab kejatuhanmu.. hidup yang kami korbankan untukmu, tak bisa pecahkan batu yang ada di dadamu, sebongkah darah yang kalian sebut hati..

     Garam yang kau taburkan diatas nisan kami, perihnya akan terasa selamanya.. karna tak seperti kalian pembunuh cinta, kami punya hati, dan hati kami sangatlah rapuh.. bahkan jika sekarang kau semburkan bualan dari mulutmu yang beracun, hanya akan menambah duka kami. Meski berjuta maaf kau muntahkan, tak kan pernah bisa obati luka itu..

     Aku bertanya tanya, seluas itukah Hati yang kami punya? hingga selalu ada ruang untuk kalian para pembunuh Cinta..

     Demi semua pemuja cinta yang pernah kau sakiti dan kau bunuh hatinya, jangan kau sentuh lagi sebagian dari kami.. simpanlah pedangmu untuk kaummu sendiri.. nikmatilah kebencianmu sendiri, jangan kau tumbalkan kami lagi.. jangan kau lumuri tubuh kami dengan dosa, dan jangan kau kotori hati kami dengan benci.. sesungguhnya hati kami pernah suci, walaupun sekarang tiada lagi..

     Taring yang kami miliki, kalianlah penciptanya, buas yang kami sifati, kalianlah majikannya, Sementara emas yang ada di hati kami, kalian pula lah yang menguburnya..

     Sesungguhnya pecinta sejati, ada dan hidup di setiap kita.. namun hanya beberapa orang saja yang memiliki keberanian untuk menunjukkannya.. mereka yang tak mengakui keberadaannya, hanyalah satu diantara sekian banyak korban pembunuh Cinta.. yang kemudian menjadi salah satu dari mereka.. Namun hanya kami para pecinta sejati, yang dapat bangkit dari kematian itu, dan kembali mencinta seperti sediakala. Keluarlah dari belenggu yang kau buat sendiri, tunjukkan bahwa kau juga mempunyai Cinta, jadilah bagian dari kami.. dan kau kan rasakan kebahagian yang tak pernah kau rasa sebelumnya. Rasa yang tak akan dapat kau temukan Meski kau memiliki seluruh harta di dunia

     Yang kami katakan adalah kebenaran.. jangan kau lari dari kenyataan, karena sejauh apapun kau lari, kenyataan akan selalu datang padamu bersama buahnya yang teramat pahit

Kepiluan yang pernah kau rasakan, jika saja kau mau menengok sejenak, sesungguhnya bukanlah datang dari kami, melainkan dari kaummu sendiri.. ialah yang membuat kau mengikuti jejak kaummu.. sebuah kepercayaan yang kini sedang kau anut..


Semoga  sejengkal tulisan ini dapat menyadarkanmu

16 January 2007
Rahman. F

Tidak ada komentar:

Posting Komentar